Selamat Datang

Terima kasih Anda sudah berkenan berkunjung. Blog ini dibuat untuk membantu mahasiswa yang sedang saya bimbing menyusun proposal penelitian dan menyusun skripsi. Meskipun demikian, blog ini terbuka bagi siapa saja yang berkenan memanfaatkan. Agar bisa melakukan perbaikan, saya sangat mengharapkan Anda menyampaikan komentar di bawah tulisan yang Anda baca. Selamat berselancar, silahkan klik Daftar Isi untuk memudahkan Anda menavigasi blog ini.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Selasa, 26 Juli 2011

Metodologi Penelitian Kualitatif: Cara Berbeda Meneliti

Selama ini kita di Fakultas Pertanian tahu hanya penelitian kuantitatif. Kita merasa paling jago kalau sudah berbicara signifikan atau nyata. Padahal significan atau nyata itu apa? Berapa di antara kita yang benar-benar dapat menjelaskan signifikan atau nyata itu apa? Dan apa pula manfaatnya untuk petani?


Kalau kita melakukan survei kita akan menanyakan angka-angka. Berapa luas usahatani? Berapa produksinya? Berapa jumlah tanaman yang terkena penyakit? Pokoknya serba angka. Kalau pun ada pertanyaan yang jawabannya bukan angka, kita ubah jawaban bukan angka itu menjadi skor. Kemudian kita analisis skor itu seolah-olah adalah angka biasa? Apa memang harus begitu? Apa memang data harus kualitatif?

Kemudian kita melakukan analisis data. Analisis kuantitatif paling sederhana adalah analisis deskriptif, kita mencari rerata dan simpangan baku. Lalu berdasarkan atas angka rata-rata ini kita berbicara kemiskinan dan pengentasan kemiskinan. Padahal kemiskinan bukanlah angka rata-rata. Kemiskinan adalah angka di bawah rata-rata, jauh di bawah, di tempat paling bawah. Maka tidak mengherankan, program pengentasan kemiskinan tidak membuat yang miskin menjadi sejahtera, justeru yang kaya menjadi semakin kaya. Karena kalau intervensi dilakukan berdasarkan angka rata-rata maka yang diuntungkan selalu yang kaya, yang terletak di atas rata-rata.

Penelitian kualitatif mencoba melihat fenomena bukan sekedar sebatas angka-angka. Penelitian kualitatif menyediakan banyak sudut untuk melihat fenomena, dari depan, samping kiri, samping kanan, samping atas, silahkan saja. Apakah mau menggunakan sudut positivisme-pascapositivisme, interpretivisme, konstruktivisme, teori kritis, silahkan saja. Bukan seperti penelitian kuantitatif, yang selalu berusaha untuk berdiri tegak seobyektif mungkin, penelitian kualitatif tidak harus begitu. Bila yang dipilih adalah sudut pandang teori kritis maka penelitian harus berpihak kepada yang tertindas. Tanpa keberpihakan maka tidak akan ada perubahan bagi yang tertindas dan tanpa perubahan maka tidak ada kebenaran.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan ketik komentar pada kotak di bawah ini.

Bila Anda perlu membuat deskripsi tanaman sebagai bagian dari penyusunan proposal penelitian atau skripsi, kunjungi blog Tanaman Kampung atau Tumbuhan Bali, mudah-mudahan bisa membantu.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites