Setiap kali saya diminta untuk membimbing mahasiswa melakukan penelitian skripsi, saya selalu mendapat naskah proposal penelitian atau naskah skripsi dengan gaya pereferensian yang kacau. Yang saya maksud dengan pereferensian adalah bagaimana cara mengutip pustaka sumber, cara merujuk, dan cara mencantumkan pustaka yang dirujuk dalam daftar pustaka. Kemudian, mengenai gaya pereferensian, adalah cara penulisan yang harus diikuti pada saat mengutip dan merujuk serta mencantumkan pustaka yang ditujuk dalam daftar pustaka. Saya selalu saja harus mengajarkan mahasiswa mulai dari nol, padahal saya sudah berkali-kali menjalskan hal ini dalam kuliah. Hal ini terjadi tentu saja bukan hanya karena kesalahan mahasiswa, tetapi juga karena jurusan sebagai otoritas tertinggi bidang akademik belum pernah membuat panduan skripsi.








