Penelitian Lapangan

Penelitian perlindungan tanaman dapat dilakukan dengan melaksanakan percobaan di lapangan

Penelitian Rumah Kaca

Permasalahan perlindungan tanaman di lapangan dapat ditindaklanjuti dengan Penelitian rumah kaca

Penelitian Laboratorium

Hasil pengamatan lapangan dan rumah kaca perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan laboratorium

Penulisan Skripsi

Data hasil penelitian lapangan, rumah kaca, dan laboratorium dianalisis dan ditulis untuk menyusun skripsi

Wisuda Sarjana

Wisuda menandai berakhirnya satu jenjang pendidikan yang perlu dilanjutkan dengan pembelajaran seumur hidup

Selamat Datang

Terima kasih Anda sudah berkenan berkunjung. Blog ini dibuat untuk membantu mahasiswa yang sedang saya bimbing menyusun proposal penelitian dan menyusun skripsi. Meskipun demikian, blog ini terbuka bagi siapa saja yang berkenan memanfaatkan. Agar bisa melakukan perbaikan, saya sangat mengharapkan Anda menyampaikan komentar di bawah tulisan yang Anda baca. Selamat berselancar, silahkan klik Daftar Isi untuk memudahkan Anda menavigasi blog ini.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Tampilkan postingan dengan label Mengkritisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mengkritisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Oktober 2012

Magang Meneliti Jauh-jauh ke Luar Daerah, Tapi yang Didapat Tetap Saja Beda Nyata Antar Taraf Perlakuan Kuantitatif ...

Saya diminta membimbing mahasiswa magang, tetapi sebagaimana sudah saya ceritakan pada tulisan sebelumnya, sesungguhnya saya diperintahkan membimbing mahasiswa membuat laporan magang. Saya mengatakan demikian karena mahasiswa datang kepada saya menyerahkan laporan magang, tanpa pernah mengkonsultasikan rencana magang. Supaya semua memahami, dalam membimbing skripsi seorang dosen mulai melakukan pembimbingan bahkan ketika mahasiswa mulai mencari masalah penelitian, kemudian menyusun proposal, baru akhirnya menyusun skripsi. Dalam matakuliah magang, tiba-tiba dosen pembimbing diserahi laporan dan bahkan tiba-tiba seminar sudah dijadwalkan tanpa persetujuan dosen pembimbing. Ini, bagi saya, membuat matakuliah magang menjadi sedemikian instimewa karena melindas otoritas akademik dosen.

Sabtu, 06 Oktober 2012

Magang: Matakuliah atau Proyek sehingga Harus Diselesaikan dengan Menghalalkan Segala Cara?

Sabtu, 4 Oktober 2012, setelah selesai melaksanakan tugas memberikan tutorial dalam kegiatan matrikulasi Bahasa Inggris kepada mahasiswa semester I yang dimulai sejak pukul 7.30, seorang mahasiswi menghampiri saya memberitahukan bahwa saya adalah penilai seminar laporan magangnya. Dia mengatakan telah mengirimkan laporannya kepada saya melalui email. Bagi saya, tidak masalah apakah mahasiswa sudah atau baru akan menyampaikan laporannya untuk saya nilai. Dalam menjadi penilai seminar maupun ujian skrispsi, saya bahkan lebih suka mahasiswa memberikan skrispsinya tepat sebelum seminar. Yang menjadi permasalahan bagi saya berkaitan dengan magang ini lebih dari sekedar itu, yakni perlakuan dan prosedur magang yang bagi saya terkesan sebagai sangat istimewa dibandingkan dengan matakuliah lainnya.

Rabu, 26 September 2012

Bapak/Ibu Panitia Magang, Tolong Ajari Bagaimana Saya Harus Membimbing Mahasiswa Magang

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata magang dapat merupakan kata benda atau kata sifat. Sebagai kata benda, kata magang dapat berarti (1) calon pegawai (yg belum diangkat secara tetap serta belum menerima gaji atau upah karena dianggap masih dalam taraf belajar, misalnya calon pegawai negeri sipil), atau (2) calon ahli yang bekerja di suatu kantor yang sesuai dengan bidang keahliannya. Sebagai kata sifat, kata magang berarti (1) terlalu masak, ranum  (buah-buahan); atau (2) hampir masam (nira). Kata magang sebagai kata benda diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris internship untuk pekerjaan yang bersifat kerah putih, profesional, dan keilmuan dan apprenticeships untuk pekerjaan yang bersifat vokasi atau keterampilan.

Rabu, 04 Juli 2012

Sekali Lagi Mengenai Uji Lanjut: Entah Mengapa Kesalahan Terus Saja Berlanjut

Tulisan saya kali ini masih mengenai analisis data percobaan yang tetap saja membuat saya miris. Sekaligus, tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan saya sebelumnya mengenai uji lanjut terhadap data hasil percobaan faktorial. Pada tulisan sebelumnya, saya membahas percobaan fatorial yang terdiri atas faktor instar larva (A) dan faktor dosis insektisida (B). Yang saya bahas pada tulisan itu adalah bagaimana seharusnya melakukan uji lanjut seandainya analisis ragam menunjukkan hanya main effect yang nyata (tidak terjadi interaksi) dan bagaimana bila simple effect nyata (terjadi interaksi). Pada tulisan ini saya menyoroti uji lanjut yang biasa digunakan dan menyarankan uji lanjut yang seharusnya.

Senin, 28 Mei 2012

Guru Besar dan Penulisan Nama Ilmiah

Suatu saat seorang kolega datang ke rumah untuk mendiskusikan penulisan proposal disertasinya. Setelah berdiskusi mengenai proposal disertasinya, saya dan dia berdiskusi banyak hal mengenai keprihatinan terhadap dunia akademik kita saat ini. Mulai dari kurikulum berbasis kompetisi untuk menghasilkan lulusan berstandar "tukang" sampai pendidikan yang seharusnya mengubah dunia untuk lebih memanusiakan manusia. Ujung-ujungnya, diskusi sampai juga pada hal-hal yang bagi sebagian orang mungkin sepele, tetapi sebenarnya justeru penting untuk dicermati. Dia bilang, sekarang orang berlomba-lomba menjadi doktor dan guru besar. Saya jawab itu bagus asalkan orang yang0bergelar doktor dan berjabatan gurubesar mampu menunjukkan jati diri kedoktorannya dan kegurubesarannya. Tapi kemudian dia menyodorkan buku orasi seorang guru besar untuk saya baca. Sebagai guru kecil, saya merasa mendapat kehormatan untuk membaca buku orasi guru besar.

Bila Anda perlu membuat deskripsi tanaman sebagai bagian dari penyusunan proposal penelitian atau skripsi, kunjungi blog Tanaman Kampung atau Tumbuhan Bali, mudah-mudahan bisa membantu.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites