Saya diminta
membimbing mahasiswa magang, tetapi sebagaimana sudah saya ceritakan pada
tulisan sebelumnya, sesungguhnya saya diperintahkan membimbing mahasiswa membuat
laporan magang. Saya mengatakan demikian karena mahasiswa datang kepada saya
menyerahkan laporan magang, tanpa pernah mengkonsultasikan rencana magang. Supaya semua
memahami, dalam membimbing skripsi seorang dosen mulai melakukan pembimbingan bahkan
ketika mahasiswa mulai mencari masalah penelitian, kemudian menyusun proposal,
baru akhirnya menyusun skripsi. Dalam matakuliah magang, tiba-tiba dosen
pembimbing diserahi laporan dan bahkan tiba-tiba seminar sudah dijadwalkan
tanpa persetujuan dosen pembimbing. Ini, bagi saya, membuat matakuliah magang menjadi sedemikian instimewa karena melindas otoritas akademik dosen.








