Penelitian Lapangan

Penelitian perlindungan tanaman dapat dilakukan dengan melaksanakan percobaan di lapangan

Penelitian Rumah Kaca

Permasalahan perlindungan tanaman di lapangan dapat ditindaklanjuti dengan Penelitian rumah kaca

Penelitian Laboratorium

Hasil pengamatan lapangan dan rumah kaca perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan laboratorium

Penulisan Skripsi

Data hasil penelitian lapangan, rumah kaca, dan laboratorium dianalisis dan ditulis untuk menyusun skripsi

Wisuda Sarjana

Wisuda menandai berakhirnya satu jenjang pendidikan yang perlu dilanjutkan dengan pembelajaran seumur hidup

Selamat Datang

Terima kasih Anda sudah berkenan berkunjung. Blog ini dibuat untuk membantu mahasiswa yang sedang saya bimbing menyusun proposal penelitian dan menyusun skripsi. Meskipun demikian, blog ini terbuka bagi siapa saja yang berkenan memanfaatkan. Agar bisa melakukan perbaikan, saya sangat mengharapkan Anda menyampaikan komentar di bawah tulisan yang Anda baca. Selamat berselancar, silahkan klik Daftar Isi untuk memudahkan Anda menavigasi blog ini.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Tampilkan postingan dengan label SIG Perlindungan Tanaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SIG Perlindungan Tanaman. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 November 2012

Membuat Peta Lokasi Penelitian dengan OpenStreet Map

Membuat peta lokasi penelitian sekarang ini sebenarnya tidak terlalu sulit. Selain menggunakan Google Earth dan Google Map sebagaimana yang telah saya jelaskan pada tulisan saya sebelumnya, Anda juga dapat menggunakan OpenStreetMap. Layanan pemetaan ini merupakan layanan wiki, artinya setiap orang, termasuk Anda, dapat memberikan kontribusi peta. OpenStreet Map berpandangan bahwa Anda, sebagai orang lokal, adalah yang paling mengenal wilayah di tempat Anda berada. Sebagai orang Kupang, misalnya, tentu saja Anda lebih mengenal keadaan Kota Kupang dibandingkan dengan pakar pemetaan dari Jakarta atau dari Bandung.

Minggu, 28 Oktober 2012

Mengenali dan Menggunakan Alat Penerima SPG Garmin GPS 60i: Bagian 2 dari 3 Tulisan

Pada tulisan sebelumnya Anda sudah mengenali alat penerima SPG Garmin GPS 60i dan penggunaannya secara sederhana. Anda perlu memahirkan diri melalui tulisan sebelumnya itu sebelum Anda beralih mempelajari tulisan ini. Pada tulisan ini kita akan belajar melakukan penyetelan alat penerima dan melakukan kalibrasi pengukur elevasi dan kompas. Penyetelah perlu kita lakukan agar alat penerima melakukan pengukuran menggunakan sejumlah ketentuan sebagaimana yang kita inginkan. Kalibrasi perlu kita lakukan agar alat pengukur elevasi menunjuk angka nol ketika alat penerime berada di permukaan laut dan agar arah utara kompas benar-benar menunjuk arah utara yang kita inginkan.

Sabtu, 27 Oktober 2012

Mengenali dan Menggunakan Alat Penerima SPG Garmin GPS 60i: Bagian 1 dari 3 Tulisan

Untuk menentukan posisi di permukaan bumi diperlukan alat penerima SPG. Kini tersedia alat penerima SPG berbagai merek dan model dengan ketelitian dan kecanggihan yang beragam. Di antara berbagai model alat penerima SPG Garmin, model Garmin GPS 60i merupakan model yang murah tetapi akurat dan cukup lengkap. Saya menggunakan alat penerima SPG ini untuk membantu mahasiswa yang sedanw saya bimbing melakukan penelitian skripsi bidang perlindungan tanaman yang berkaitan dengan SIG. Saya menggunakan Garmin GPS 60 Owner's Manual dalam bahasa Inggris sebagai bahan rujukan tulisan ini. Anda juga dapat mengunduh buku gratis 'Berkenalan dengan GPS' (Sumber 1, Sumber 2) yang memberikan penjelasan lebih luas mengenai penggunaan alat penerima SPG.

Rabu, 17 Oktober 2012

Memetakan Lokasi Penelitian dengan Google Earth: Bagian 3 dari 3 Tulisan

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah menjelaskan bagaimana cara memetakan titik pada Google Earth. Pada tulisan ini saya akan menguraikan cara memetakan garis dan memetakan bidang. Pemetaan garis dilakukan misalnya untuk menunjukkan jalan, sungai, batas wilayah administratif, dsb. Pemetaan bidang dilakukan misalnya untuk menunjukkan areal persawahan, areal kawasan hutan, dan sebagainya. Sebagaimana pada pemetaan titik, Anda harus selalu memulai dengan membuat folder. Dalam Google Earth, folder bertindak seakan-akan sebagai lapis peta (layer), yang bisa diaktifkan untuk memperlihatkan fitur yang disimpan pada layer tersebut atau dinon-aktifkan untuk tidak memperlihatkannya. Setiap kali Anda akan membuat suatu fitur peta, pastikan kursor terlebih dahulu menunjuk pada folder yang sesuai. Dengan begitu, layar utama Google Earth tidak menjadi terlalu ramai sehingga menyulitkan kita. Pada akhir tulisan, saya akan menunjukkan bagaimana menyimpan peta yang telah kita buat.

Senin, 15 Oktober 2012

Memetakan Lokasi Penelitian dengan Google Earth: Bagian 2 dari 3 Tulisan

Pemetakan lokasi penelitian dengan Google Earth memerlukan data lokasi penelitian. Data lokasi penelitian dapat bermacam-macam, misalnya saja data lokasi pengamatan OPT dan jalan yang ditempuh untuk mencapai lokasi tersebut. Contoh lainnya adalah batas wilayah desa/kelurahan sampal, kecamatan sampel, kabupaten/kota sampel, dan sebagainya. Data lokasi ini, yang lazim disebut data spasial, dapat diperoleh dengan beberapa cara, di antaranya dengan mengambil koordinat titik lokasi pengamatan menggunakan alat penerima SPG. Pengambilan data lokasi dengan menggunakan alat penerima SPG dapat dilakukan untuk mengambil data titik (waypoint), data garis (track), atau data wilayah (area). Waypoint merupakan data satu titik tertentu yang dapat diambil menggunakan alat pemerima SPG dengan mencatat secara manual maupun dengan merekam sebagai waypoint. Tulisan pada bagian ini dikhususkan pada bagaimana mengumpulkan data dengan menggunakan alat penerima SPG. Baca tulisan saya sebelumnya yang berkaitan dengan hal ini.

Memetakan Lokasi Penelitian dengan Google Earth: Bagian 1 dari 3 Tulisan

Sebelumnya saya sudah pernah menulis: Membuat Peta dengan Google Maps, mudah-mudahan sudah ada mahasiswa saya yang mencobanya. Saya mendorong mahasiswa untuk menggunakan peta untuk menyajikan data karena dengan begitu data dapat dikaitkan dengan fitur geografi lainnya. Misalnya dalam hasil survei mengenai kejadian (incidence) hama, penyakit, atau gulma akan menjadi lebih informatif bila disajikan dalam peta daripada sekedar disajikan dalam format tabel. Peta memang tidak memberikan informasi mengenai beda nyata atau signifikansi, tetapi apalah aryinya itu bila kita tidak tau di mana sesuatu yang berbeda nyata atau signifikan itu terletak. Saya tahu, saya tidak akan bisa dengan mengubah cara pandang orang yang sudah biasa selalu berkutat dengan data atribut. Begitu sibuk mereka menganalisis data dalam format tabel sehingga mereka lupa sedang berada di mana.

Rabu, 10 Oktober 2012

Sistem Pemosisi Global, Peta, dan Sistem Informasi Geografik: Seberapa Penting dalam Penelitian Bidang Perlindungan Tanaman?

Penelitian dalam bidang perlindungan tanaman tidak selalu harus menggunakan metode eksperimental. Dalam banyak kasus, penelitian dalam bidang ini perlu dimulai dengan upaya untuk mengetahui keberadaan OPT di lapangan berikut seberannya. Dengan begitu maka perlu dilakukan penelitian survei untuk melakukan pengamatan langsung di lapangan yang disertai dengan pengambilan spesimen tanaman untuk diamati di laboratorium. Penelitian survei seperti ini memerlukan peralatan untuk menentukan titik-titik lokasi pengambilan sampel sebagai data untuk melakukan analisis pola sebaran OPT.

Minggu, 07 Oktober 2012

Membuat Peta dengan Google Maps

Sebagai dosen dan mahasiswa universitas berwawasan global, tentunya Anda telah mengenal Google Maps. Google Maps adalah layanan pemetaan online yang disediakan oleh Google. Anda dapat menggunakannya untuk berbagai tujuan, mulai tari sekedar untuk mencari suatu lokasi, sampai untuk membuat peta lokasi penelitian. Melalui tulisan ini saya ingin berbagi dengan Anda, cara membuat peta menggunakan Google Earth. Tulisan ini saya buat terutama untuk para mahasiswa yang saya bimbing menyusun skripsi dengan melakukan penelitian survei yang perlu memetakan lokasi penelitiannya.

Senin, 04 Juni 2012

Membuat Peta Jalan dan Lokasi dengan Google Earth

Untuk menggambarkan lokasi penelitian diperlukan peta. Lebih-lebih untuk penelitian survai, peta sangat diperlukan lebih dari sekedar untuk menggambarkan lokasi penelitian. Dalam penelitian survai, peta dapat digunakan untuk, misalnya, menentukan jalan yang harus ditempuh untuk mencapai lokasi penelitian dan untuk menggambarkan letak sampel. Untuk berbagai tujuan tersebut, peta dapat dibuat dengan berbagai cara, mulai dari sekedar mencari peta apa saja yang ada sampai membuat peta canggih menggunakan program aplikasi sistem informasi geografik.

Bila Anda perlu membuat deskripsi tanaman sebagai bagian dari penyusunan proposal penelitian atau skripsi, kunjungi blog Tanaman Kampung atau Tumbuhan Bali, mudah-mudahan bisa membantu.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites